Sukses Usaha Kerajinan Khas Jogja Meski Difabel

Sukses Usaha Kerajinan Khas Jogja Meski Difabel

Sukses Usaha Kerajinan Khas Jogja Meski Difabel

Musibah gempa yang mengubah Saif Buldani menjadi penyandang difabel, tak menyurutkan semangatnya untuk menata hidupnya kembali dan sukses berbisnis souvenir khas Jogja. Berbekal keyakinan yang Ia miliki, Syaif menerima peluang bisnis yang datang dari rekanan di Jakarta meskipun awalnya masih belum punya gambaran mengenai bisnis souvenir lilin dan tas batik yang Ia jalankan saat ini.

Di usianya yang telah memasuki angka 49 tahun, sehari-hari dari kursi rodanya Saif memproduksi souvenir lilin dan tas batik. “Saya hanya punya keyakinan, saat ada kesempatan pasti tidak akan terulang kembali. Jadi setiap ada tamu saya pasti bilang Iya siap saya bisa meskipun saya belum memiliki gambaran sedikitpun tentang hal ini,” ujar Saif dengan mantap.

Bila dibandingkan dengan produk serupa, bisa dikatakan produk buatan Saif memang lebih mahal. Namun Saif berani bersaing bila kualitas produknya lebih unggul dibandingkan produk lainnya. “Coba bandingkan kualitas packing lilin yang kami gunakan, boleh diadu kualitasnya dengan produk lainnya,”candanya.

Untuk masalah tenaga kerja, saat ini Saif memberdayakan beberapa difabel untuk membantu proses produksi. “Apabila saya bisa menyenangkan banyak orang, saya akan lebih senang. Namun saat ini saya belum bisa memberdayakan semua teman-teman difabel, karena memang cukup sulit untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan. Jadi, saya selalu berpesan kepada teman-teman yang sehat untuk menutupi kekurangan teman lainnya yang kurang sempurna,” ungkap lelaki yang saat ini tinggal di Kretek Bantul tersebut.

Di akhir kesempatan, Saif mengungkapkan bahwa disabilitas bukan merupakan suatu penghalang untuk maju. Sebab, apapun kelemahan atau kekurangan kita pasti Tuhan akan memberikan kelebihan yang kita belum ketemu. “Kita pasti bisa menggapai dunia ini sama seperti orang yang normal, kemudian yang kedua jangan mudah mengeluh karena dari situlah jiwa kita akan menurun. Yang membuat kita tidak eksis yaitu karena kita telah menghukum diri kita sebagai kaum difabel,” pesan Saif.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
wpDiscuz