Bahasa Isyarat Bagi Penderita Tuna Rungu

Bahasa Isyarat Bagi Penderita Tuna Rungu

Bahasa IsyaratYang dimaksud dengan bahasa isyarat adalah bahasa yang lebih mengutamakan bahasa tubuh, gerak bibir dan komunikasi manual dan tidak mengutamakan suara. Bentuk dari bahasa isyarat untuk tuna rungu lebih kepada kombinasi bentuk dan gerakan tangan, lengan, tubuh dan ekspresi wajah yang kesemuanya ini digunakan untuk mengungkapkan apa yang mereka pikirkan.

Sampai saat ini belum ada bahasa isyarat untuk tuna rungu yang bisa diberlakukan secara international. Bahkan untuk negara yang menggunakan bahasa yang sama pun (Inggris dan Amerika) masing – masing dari mereka mempunyai jenis bahasa isyarat yang berbeda-beda dan sebaliknya pula negara yang mempunyai bahasa tulis yang berbeda (bahasa Inggris dan Spanyol) justru mempunyai bahasa isyarat yang sama.

Sama halnya dengan yang terjadi di Indonesia, ada 2 bahasa isyarat bagi tuna rungu yang berlaku di Indonesia. Yaitu Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI). Ada beberapa perbedaan antara SIBI dan BISINDO.

SIBI dibuat dengan mengubah Bahasa Indonesia lisan menjadi bahasa isyarat, sehingga dalam menterjemahkan satu kata lengkap dengan awalan dan akhirannya. Misalnya kata permainan akan diterjemahkan sebagai per-main-an.

Sedangkan penerjemahan pada BISINDO hanya dengan satu kata disertai ekspresi untuk menunjukkan kejadian yang sedang berlangsung. Kesulitan pada SIBI adalah bagi penderita tuna rungu yang tidak pernah mengenal tata bahasa Indonesia, oleh karenanya BISINDO seringkali dianggap lebih efektif dan lebih mudah untuk digunakan.

Bahasa isyarat bagi tuna rungu dapat membantu mereka untuk belajar berbagai macam hal sekaligus mengembangkan pikiran mereka. Dengan pemilihan bahasa isyarat yang benar, tentu akan sangat membantu penderita tuna rungu untuk memahami dunia secara menyeluruh.

Sumber gambar : http://img151.imageshack.us/img151/2792/bahasaisyarat.png

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of